Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2026

Published Juni 06, 2026 by with 0 comment

Fatwa Pengalihan Dam Haji Dikaji Empat Tahun, Ini Penjelasan Muhammadiyah

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Asep Sholahudin, menjelaskan bahwa fatwa tentang kebolehan pengalihan dam haji ke tanah air lahir melalui proses kajian panjang selama sekitar empat tahun.

Penjelasan itu disampaikan Asep dalam acara yang diselenggarakan TVMu pada Selasa (12/5). Ia mengatakan, sejak 2022 Majelis Tarjih menerima banyak pertanyaan dari warga Muhammadiyah, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, hingga Kementerian Agama terkait hukum pengalihan dam ke Indonesia.

“Perjalanan fatwa ini memakan waktu sekitar empat tahun. Banyak pertanyaan yang masuk kepada Majelis Tarjih mengenai bagaimana pandangan Muhammadiyah tentang pengalihan dam ke tanah air,” ujar Asep.

Dalam penjelasannya, Asep menerangkan bahwa dam dalam fikih Islam merupakan penyembelihan hewan seperti kambing, sapi, atau unta yang diwajibkan kepada jemaah haji karena sebab tertentu. Ia menyebut dam terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya dam ihsar, dam fidyah, dam jaza, serta dam yang berkaitan dengan pelaksanaan haji tamattu’ dan qiran.

Menurutnya, hukum asal penyembelihan dam memang dilakukan di tanah haram. Namun, Majelis Tarjih mempertimbangkan sejumlah kondisi kontemporer yang dinilai membuka ruang pengalihan dam ke tanah air.

Pertimbangan pertama berkaitan dengan persoalan lingkungan akibat tingginya jumlah penyembelihan hewan dam setiap musim haji. Banyaknya limbah darah dan kotoran hewan dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Kondisi ini menjadi pertimbangan kemungkinan adanya pergeseran dari hukum asal yang harusnya dilakukan di tanah haram menjadi bisa dialihkan ke tanah air,” katanya.

Selain itu, Muhammadiyah juga mempertimbangkan aspek kemanfaatan daging dam. Asep menilai, dalam beberapa kasus, daging hasil penyembelihan tidak dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dalam Al-Qur’an dam disebut memiliki fungsi untuk menopang kehidupan manusia dan membantu kebutuhan pangan masyarakat.

Pertimbangan lain adalah masih banyaknya masyarakat miskin di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang membutuhkan bantuan pangan dan protein hewani. Menurut Asep, kebutuhan masyarakat miskin di tanah haram relatif lebih terpenuhi dibandingkan sebagian masyarakat di negara lain.

“Nah, karena sebagian kebutuhan di tanah haram sudah terpenuhi, maka bisa dialihkan ke tempat lain. Artinya jemaah dari Indonesia bisa menyembelih hewan dam itu di tanah airnya,” jelasnya.

Asep menegaskan bahwa dari sisi hukum, Majelis Tarjih telah menyelesaikan kajian mengenai kebolehan pengalihan dam. Tantangan berikutnya berada pada aspek teknis pelaksanaan dan distribusi agar berjalan tepat sasaran.

Ia juga menyinggung peran Lazismu dalam pengelolaan dam agar proses pengumpulan hingga distribusi dapat dilakukan secara amanah dan profesional.

“Ini menjadi tantangan bagi Lazismu, bagaimana bisa mengumpulkan dan mendistribusikan secara baik sehingga apa yang dilakukan jemaah haji warga Muhammadiyah dapat terselesaikan dengan baik,” tandasnya.

Sumber berita: https://tarjih.mediamu.com/fatwa-pengalihan-dam-haji-dikaji-empat-tahun-ini-penjelasan-muhammadiyah
Read More
      edit

Minggu, 12 April 2026

Published April 12, 2026 by with 0 comment

Pengajian Triwulan

 

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Candirejo, pada hari Ahad, 12 April 2026 berkesempatan menyelanggarakan kegiatan rutin, berupa pengajian triwulan. Berlangsung di Masjid Ash Shodiqul Wa’di, Kalongan, Candirejo Ngawen, Klaten. Aktivitas ini menyuburkan pengajian rutin yang telah berlangsung beberapa tahun yang lalu.

Sebagai tuan, Bapak H. Mudzakir mengucapkan terima kasih atas kehadiran jama’ah sekaligus memohon maaf apabila dalam menerima tamu kurang berkenan. Sekaligus melaporkan bahwa masjid-masjid di lingkungan Candirejo, dibawah asuhan PRM terus aktif menyelenggarakan pengajian atau kajian. Karena hidupnya Muhammadiyah dari pengajian yang dilaksanakan secara terus-menerus.

Sementara itu, Bapak Agung Widodo, S.Pd, M.Pd juga memohon ijinkan teman-teman, karena beberapa Pimpinan belum dapat begabung, karena berbarengan dengan acara lain. Baik Pimpinan maupun Warga Muhammadiyah, meski ada perbedaan tetap kompak sebagai ujud ukhuwah Islamiyah.

Bapak H. Rusmanto, MP., sebagai nara sumber menekankan pentingnya penanaman karakter sejak dini. Karena karakter sebagai pondasi kehidupan anak seperti: kejujuan, kedisiplinan, empati dan hormat kepada orang lain. Hal ini sejalan dengan prinsip dakwah, yaitu “permudahkanlah, jangan dipersulit”.

Apalagi bila penanaman karakter tersebut diimplementasikan dalam surat al fatihah, akan semakin jelas anak membedakan mana yang benar dan salah, memiliki sikap sopan dan beretika, dan mampu mengontrol emosi dan perilaku.

Menanamkan karakter Al-Fatihah sejak dini berarti membantu anak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai utama yang terkandung dalam Surah Al-Fatihah, bukan sekadar menghafalnya, tapi mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Al-Fatihah Penting untuk Pendidikan Karakter Anak? Karena Al-Fatihah merupakan Ummul Kitab (induk Al-Qur’an), yang di dalamnya terdapat fondasi akidah, ibadah, dan akhlak. Jika ditanamkan sejak dini, anak akan tumbuh dengan: kesadaran bertuhan, sikap syukur, rendah hati, disiplin beribadah, dan perilaku yang lurus.

Ciri utama bahwa dakwah berhasil, yaitu bila semua ajarannya diamalkan. Indikator lainnya diantaranya: lebih memahami ajaran Islam dengan benar, Tidak mudah terpengaruh paham yang keliru. Perubahan pemahaman ini akan menimbulkan perubahan sikap dan perilaku nyata.



Read More
      edit

Selasa, 07 April 2026

Published April 07, 2026 by with 0 comment

Sosialisasi e-KTAM

 

Selasa, 7 April 2026 bertempat di Masjid Ash Shodiqul Wa’di Kalongan, Candirejo Ngawen Klaten telah berlangsung pertemuan rutin Pimpinan Ranting Muhammadiyah Candirejo, dengan topik utama sosialisasi e-KTAM melalui MASA. Sebagai naras umber adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten.

Muhammadiyah terus berinovasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Ismail Fahmi, menyampaikan langkah besar organisasi itu untuk memperkuat transformasi digital melalui sebuah inisiatif bernama Muhammadiyah Digital Universe (MDU).

MDU adalah sebuah ekosistem digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Muhammadiyah untuk memperkuat langkah menuju era digital dan memperkuat tata kelola organisasi berbasis data. Inisiatif ini menyatukan berbagai layanan digital dalam satu ekosistem terpadu untuk memudahkan anggota mengakses aktivitas persyarikatan. 

Berikut adalah komponen utama dan tujuan dari Muhammadiyah Digital Universe:

  • Ekosistem Terintegrasi: MDU menyatukan berbagai platform digital, termasuk MASA (Muhammadiyah Aksi Satu Aplikasi), Muhammadiyah ID, dan SatuMu dalam satu fondasi transformasi digital.
  • Identitas Digital Tunggal (Muhammadiyah ID): Platform ini menghadirkan sistem identitas digital tunggal (Muhammadiyah ID) yang memungkinkan anggota untuk mengakses seluruh layanan MDU secara aman dan terintegrasi.
  • MASA (Muhammadiyah Aksi Satu Aplikasi): Berfungsi sebagai pusat layanan yang menghubungkan anggota dengan fitur dan aktivitas persyarikatan.
  • Kemudahan Pendaftaran KTAM: MDU terhubung dengan sistem pendaftaran Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), yang memudahkan keluarga besar Muhammadiyah untuk mendaftar.
  • Tujuan Transformasi: Langkah ini bertujuan meningkatkan digitalisasi organisasi agar lebih efisien dan modern, sejalan dengan prinsip gerakan modernis. 


Read More
      edit

Kamis, 19 Maret 2026

Published Maret 19, 2026 by with 0 comment

Puasa dan Pengendalian Lisan serta Anggota Tubuh

Bertempat di Lapangan Candirejo, pelaksanaan sholat ‘Iedul Fitri 1447 H berlangsung dengan hikmad dan lancar. Pimpinan Ranting Muhammadiyah Candirejo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Imam dan Khotib, Ustadz Ahmad Alexander, S.Pd. dari Ma’had An Najm Sorobayan, Pedan, Klaten. Demikian pula unacapan terima kasih tertuju kepada Jamaah, segenap panitia dan semua warga Candirejo yang telah mendukung acara ini.

Dalam khotbahnya, ustadz menjelaskan bahwa:

Pertama, mengingatkan kepada hadirin jamah sholat ‘Ied untuk senantiasa bersyukur setelah sebulan penuh, berhasil melalui berbagai macam ujian hawa nafsu dalam bulan Ramadhan.  Menyalakan kepada jamaah untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa dengan sebenar-benarnya. Yaitu dengan melaksanakan semua perintah dan meninggalkan larangannya. Selalu mengucapkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kelak mendapat syafaatnya.

Kedua, menyitir pendapat dari Ibnu Hajar al-Haitami yang merupakan salah satu ulama besar mazhab Syafi‘i. Mendapat gelar: Syaikh al-Islam. Lahir: Tahun 909 H (±1503 M) di Mesir dan Wafat Tahun 974 H (±1567 M) di Makkah Bidang keilmuan: Fikih, hadis, ushul fikih, akidah, tasawuf.

Ibnu Hajar al-Haitami memandang puasa sebagai ibadah agung yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga latihan pengendalian diri, penyucian jiwa, dan pembentukan akhlak. Berpuasa juga tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, tetapi di hari-hari lainpun seyogyanya berpuasa. Karena pada intinya, berpuasa adalah “menahan diri”.  

Puasa yang sah secara fikih belum tentu sempurna pahalanya. Puasa harus lepas dari rasa: Ghibah, dusta, adu domba dan melihat yang haram. Beliau juga berpendapat bahwa “sejelek-jelek manusia adalah mengenal Allah hanya dalam bulan Ramadhan saja”.

Perbandingan pendekatan karakter orang berpuasa menurut Imam al Ghazali, Imam an Nawawi dan Ibnu Hajar al Haitami.

Ulama

Sumber Utama

Karakter Pendekatan

Imam al‑Ghazali

Iḥyā’ ‘Ulūm ad‑Dīn

Tasawuf & tazkiyatun nafs

Imam an‑Nawawi

Syarḥ Shahih Muslim, Al‑Majmū‘

Hadis & fikih-akhlak

Ibnu Hajar al‑Haitami

Az‑Zawājir, Tuḥfat al‑Muḥtāj

Fikih Syafi‘i + akhlak

Ketiga, Harapan orang berupuasa

1.     Berdoa kepada Allah agar, hatinya tetap teguh

2.     Beribadah yang continue

3.     Hari raya hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang beriman





Read More
      edit

Minggu, 13 Juli 2025

Published Juli 13, 2025 by with 0 comment

Pengajian Tri Wulan PRM Candirejo

Pengajian dalam Muhammadiyah memang sangat penting. Apalagi Muhammadiyah telah menegaskan dirinya sebagai Gerakan Islam dan Dakwah. Karena itu, kita dapat memahami dalam Aanggaran Rumah Tangga Muhammadiyah pasal 5 ayat (2) ada ketentuan yang inti pokoknya “Syarat pendirian Ranting sekurang-kurangnya mempunyai:

a. Pengajian/kursus anggota berkala

b. Pengajian/kursus umum berkala

c. Mushalla/surau/langgar sebagai pusat kegiatan;

d. jamaah

Pada tiap Ranting ada sejumlah orang di antara anggota yang dipilih dan mendapat amanah untuk memimpin yang disebut Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).

Tiap Ranting Muhammadiyah sekurang-kurangnya mempunyai tiga macam pengajian, yaitu: pengajian umum, pengajian anggota, dan pengajian pimpinan. Ketiga macam pengajian itu dapat dibedakan dari segi peserta, tujuan, topik atau tema, dan waktu penyelenggaraan. Pengajian Umum disediakan untuk masyarakat umum sebagai sarana untuk menyebarluaskan ajaran Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena itu, topik yang disajikan bersifat umum mengingat keragaman peserta.

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Candirejo selalu mentaati yang sudah digariskan oleh Persyarikatan, diantaranya adalah Pengajian Pimpinan. Akan tetapi, di wilayah Candirejo sendiri, antara pimpinan dengan warga hampir tidak ada batas. Apalagi kalau masalah pengajian. Oleh karenanya, Pimpinan mengambil kebijakan, bahwa pengajian itu adalah sebuah dakwah, yang dapat dihadiri oleh siapapun, terutama takmir yang ketempatan.

Ahad, 13 Juli 2025 yang bertepatan dengan tanggal 17 muharram 1447 H, PRM Candirejo bersama dengan jamaah masjid al Iman Candirejo bersama-sama melaksanakan pengajian triwulan. Pada kesempatan tersebut hadir Bapak Lurah Farah Dedy Setiawan, S.Pd. Takmir masjid yang dikomandani oleh Bapak H. Widianto Hadi serta segenap Pimpinan Ranting Muhammadiyah Candirejo.

Dalam kesempatan tersebut Bapak H. Suparta, SE selaku Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten menuturkan tentang bulan Istimewa dalam Islam, yaitu: Muharram, Rajab, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah, Selain itu ada bulan yang sangat istimewa, yaitu Ramadhan.

Sekarang ini, masyarakat sudah mencair terhadap kepercayaan bulan Muharram. Semula banyak orang Islam yang takut menyelenggarakan sesuatu di bulan ini. Sekarang sudaht tidak was-was lagi, karena dalam Islam semua hari adalah baik. Semua bulan adalah Bagus.

Disinggung juga tentang manfaat Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang secara resmi ditetapkan oleh Muhammadiyah sebagai kalender umat Islam sedunia. Adapun manfaatnya sebagai berikut.

Pertama, pemberlakuan kalender tunggal akan menghidupkan kembali wacana ilmu falak.

Ilmu falak yang memadukan astronomi dengan ajaran Islam telah menjadi warisan intelektual yang kaya dalam sejarah peradaban Islam.

Kedua, kalender tunggal memungkinkan umat Islam untuk menatap ke depan dengan visi global.

Ketiga, pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu pilar utama dalam pemberlakuan kalender ini.

Keempat, pemberlakuan kalender ini akan memperkuat persatuan umat Islam secara global.

Perbedaan penetapan hari raya sering kali memicu kebingungan, bahkan ketegangan, di antara komunitas Muslim di berbagai negara. Dengan kalender tunggal, umat Islam dapat menjalankan ibadah secara serentak, menciptakan harmoni dalam pelaksanaan ritual keagamaan.

Kelima, kalender tunggal membawa kemudahan dalam koordinasi internasional.

Keenam, kalender tunggal dapat meningkatkan akurasi perhitungan waktu ibadah.

Ketujuh, pemberlakuan kalender ini akan memperkuat identitas budaya Islam.

Kedelapan, kalender tunggal mendorong pengembangan pendidikan dan penelitian.

Kesembilan, dalam ranah ekonomi syariah, kalender tunggal dapat meningkatkan efisiensi.

Kesepuluh, kalender tunggal dapat mengurangi konflik penetapan waktu keagamaan.










Read More
      edit

Kamis, 05 Juni 2025

Published Juni 05, 2025 by with 0 comment

Harapan Seorang Mukmin

 

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam". 

Kalimat ini adalah doa iftitah yang sering dibaca dalam sholat, terutama dalam sunnah. Doa ini juga merupakan pengingat bagi setiap muslim untuk selalu beribadah dan beraktivitas dengan niat dan tujuan yang lurus, yaitu semata-mata karena Allah. 

Dalam tafsir Departemen Agama RI, Katakanlah, wahai nabi Muhammad, sesungguhnya salatku yang aku kerjakan selama hidupku, ibadahku atau kurbanku, hidupku dengan berbagai amalan yang aku kerjakan selama itu, dan matiku dengan membawa iman dan amal saleh, hanyalah untuk Allah, tuhan seluruh alam, bukan untuk lain-Nya.

Ayat ini menegaskan tentang keharusan manusia untuk mengabdi hanya kepada Allah, baik dalam bentuk ibadah ritual atau lainnya, semenjak hidup sampai mati. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam bentuk apa pun, karena hal itu mustahil bagi Allah.

Karena semua pasrah hanya kepada Allah, maka bagi seorang muslim harus memiliki harapan. Dengan harapan hidup menjadi bermanfaat, tidak terlalu jauh dalam urusan duniawi, karena kelak ada kehidupan yang lebih kekal. Sebagaimana perjuangan Nabi Ibrahim dalam menegakkan kalimat Allah.

Harapan seorang mukmin adalah harapan akan rahmat, kemudahan, dan pertolongan Allah SWT dalam segala keadaan. Mukmin memiliki harapan besar pada Allah, percaya bahwa segala masalah dapat diselesaikan melalui ikhtiar, doa, dan tawakal kepada-Nya. 

  • Seorang mukmin selalu memiliki harapan akan rahmat, pertolongan, dan kemudahan dari Allah SWT. 
  • Seorang mukmin percaya bahwa Allah SWT akan selalu ada untuk membantu dan memberikan yang terbaik. 
  • Harapan harus diimbangi dengan upaya (ikhtiar), doa, dan tawakal kepada Allah SWT. 
  • Seorang mukmin berpikir positif tentang Allah SWT dan berharap akan kebaikan dan rahmat-Nya. 
  • Sabar dalam menghadapi maksiat. Ketika menghadapi musibah, seorang mukmin bersabar dan tetap berharap akan pertolongan Allah SWT. 
  • Mukmin selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. 

Imam dan Khotib: H. Sarwanto, S.Ag.

Read More
      edit

Minggu, 30 Maret 2025

Published Maret 30, 2025 by with 0 comment

Sholat 'Ied 1446 H

Bila akhir ramadhan tiba dan membuka pagi hari satu syawwal, setiap Muslim pasti mengumandangkan tasbih, tahmid, takbir sebagai ujud penghambaan diri kepada Allah. Sebuah lantunan lagu yang selalu dirindukan sebagai insan baru, dengan harapan menuju hati yang suvi.

Gema takbir akan selalu bergelombang dari sudut bumi ke lorong-lorong, menyuarakan semua makhluk akan kebesaran-Nya. Bersaut-sautan, menuju satu tujuan yaitu hanya Allah yang besar. Hanya Allah yang sebagai penunjuka jalan yang benar, jalan yang diridloi-Nya.

Senin, 31 Maret 2025 tak ubahnya dengan hari-hari lainnya sewaktu syawwal tiba. Kami, yang ada di bumi Candirejo Ngawen Klaten, ikut bergembira bersama dengan sesama muslim dimanapun berada. Setelah sebulan penuh kami diberi pelajaran tentang arti hidup, pada akhirnya hanya satu tujuan, yaitu menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Bertempat di lapangan Candirejo, H. Djamaluddin S.Ag, selaku imam dan khotib pada khotbah Idul Fitri 1446 H mengajak semua yang hadir untuk menggelorakan tasbih, tahmid dan takbir. Awal syawwal ini, dengan dua roka'at, niatkanlah sebagai bentuk syukur. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, bahwa orang yang paling mulia adalah orang yang bertaqwa.

Tiga pesan dalam khotbah tersebut, antara lain: Hendaklah setiap muslim selalu bertaqwa dimanapun. Sebab ketika kita dipanggil oleh Allah, tidak ada jaminan di tempat tertentu. Sebaik bekal adalah taqwa. Kedua, Hendaklah kita senantiasa selalu meniru apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Rasul setiap saat selalu berbuat baik dengan siapapun. Sebab berbuat baik akan menghapus dosa. Demikian pula Rasul selalu meminta maaf kepada siapapun, meskipun Rasulullah tidak melakukan kesalahan. 

Ketiga, Dalam kita bermasyarakat, tentu didalamnya ada pergaulan. Bersahabat dengan setiap orang. Oleh karenannya, pesan Rasulullah agar setiap muslim, dalam bermasyarakat senantiasa bergaul dengan akhlakul karimah. Mengedepankan kebaikan, tidak berprsangka buruk.






 

Read More
      edit

Rabu, 05 Februari 2025

Published Februari 05, 2025 by with 0 comment

Muhammadiyah sebagai Gerakan Sosial

 

Sebuah dialog yang cukup menarik antara KHA Dahlan dan muridnya yang bernama H. Soeja’, tentang surat al Ma’un, yang memakan waktu cukup lama.

“Mengapa peladjarannya tidak ditambah-tambah?” Pak H. Soedja’ bertanya.

“Kita sudah apal semua, Kiai”, tambahnya

“Kalau sudah apal, apa sudah kamu amalkan?”, jawab Kyai.

“Apanya jang diamalkan, Kyai? Tukas H. Soeja’

Bukankah surat Ma’un pun berulangkali kami baca untuk rangkapan Fatihah dikala kami salat?” Djawab Pak H. Soedja.

“Bukan itu yang saya maksudkan. Diamalkan, artinya dipraktekkan, dikerdjakan. Rupanya saudara-saudara belum mengamalkannja. Oleh karena itu mulai pagi ini, saudara-saudara agar pergi berkeliling mencari seorang miskin. Kalau sudah dapat, bawa pulanglah ke rumahmu masing-masing. Berilah mereka mandi dengan sabun yang baik, berilah pakaian jang bersih, berilah makan dan minum, serta tempat tidur di rumahmu. Sekarang juga pengajian saja tutup, dan saudara-saudara melakukan petunjuk-petunjuk saya tadi, djawab Kiai.” Inilah awal mula kiprah Muhammadiyah dalam gerakan sosial.

Sekarang organisasi Muhammadiyah semakin berkembang. Jutaan orang menjadi anggota dan sekaligus simpatisan Muhammadiyah. Banyak masalah dijumpai seiring dengan perkembangan jaman. Demikian pula cara untuk menyelesaikannya.

Muhammadiyah tanggap. Seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten. Beberapa waktu yang lalu, hasil Musyawarah Daerah mendesak untuk dibentuk sebuah lembaga yang khusus menangani gerakan dakwah sosial berbasis Masjid. Program yang ditelorkan adalah Dana Kerukunan Warga Muhammadiyah (DKWM).

Apa sebenarnya yang ditangani DKWM? Lembaga ini khusus memberi solusi sebuah gerakan yang berbasis masjid di wilayah Kabupaten Klaten. Masjid bukan saja sebagai tempat untuk sholat, namun dikembangkan lagi, yaitu

  1. Masjid sebagai rumah Allah
  2. Masjid sebagai rumah al Qur’an
  3. Masjid sebagai Baitul Mal
  4. Masjid sebagai Baitul Mu’amalah

Dari keempat fungsi masjid tersebut, PDM Klaten ingin menekankan lagi fungsi masjid sebagai mu’amalah, khususnya tolong menolong. Maka Amanah Musyda tersebut harus disosialisasikan dan didorong sampai tingkat amal usaha untuk melaksanakan DKWM. Karena, DKWM bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah dan saling menolong antar sesama warga Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Klaten.

Wujud dari DKWM adalah: Pengumpulan iuran anggota, pemberian santunan dan bakti sosial. Ketiga basis gerakan sosial ini menjadi sebuah kewajiban bila masuk menjadi anggota. Iurannya Rp.25.000,00 (Dua puluh lima ribu rupiah) per tahun. Apabila tertimpa kemalangan, maka akan mendapat bantuan yang proporsional.

Bila ingin mengetahui lebih jauh dapat ditanyakan langsungdi Lembaga dan Kerukunan Warga Muhammadiyah (LDKWH) PDM Kabupaten Klaten, Jl Pemuda No. 115 Tonggalan Klaten. Atau dapat menghubungi: Fauziah (08559803835)

Read More
      edit

Jumat, 06 Desember 2024

Published Desember 06, 2024 by with 0 comment

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Inspirasi KH Ahmad Dahlan Melampaui Zaman


4 Desember 2024 – Dalam pidato iftitah pada Tanwir Muhammadiyah di Kupang, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menekankan warisan besar KH Ahmad Dahlan sebagai pelopor pembaruan Islam yang progresif dan dinamis. Warisan ini, menurut Prof. Haedar, menjadi rujukan dan inspirasi bagi Muhammadiyah saat ini dan di masa mendatang.

“KH Ahmad Dahlan tidak hanya meletakkan jejak langkah dan warisan pembaruan, tetapi juga mengajarkan spirit teologis yang luar biasa, dinamis, dan progresif. Inspirasi ini terwujud dalam pengajaran ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ali Imran ayat 104 dan 110, surat Al-‘Ashr, Al-Ma’uun, hingga 17 kelompok ayat lainnya yang beliau ajarkan,” ujar Prof. Haedar.

Ia menyoroti tafsir KH Ahmad Dahlan terhadap Ali Imran ayat 104 yang menekankan pentingnya organisasi untuk menciptakan golongan umat yang terpilih. Tafsir ini menjadi landasan berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang terorganisasi.

Lebih lanjut, Prof. Haedar menjelaskan bahwa konsep “khoiroh ummah” dalam Ali Imran ayat 110 terkait erat dengan Al-Baqarah ayat 143 tentang ummatan washatan (umat pertengahan). “Pada Muktamar Muhammadiyah ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta, konsep masyarakat Islam yang sebenar-benarnya resmi didefinisikan dengan 10 ciri, termasuk bertuhan, beragama, berkemajuan, berkepemimpinan, dan berkesejahteraan. Konsep ini merupakan jawaban atas pertanyaan banyak pihak tentang parameter masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” katanya.

Prof. Haedar juga menekankan pentingnya tafsir At-Tanwir, sebuah tafsir Al-Qur’an yang sedang dikembangkan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah. Tafsir ini, katanya, dirancang untuk menyambung mata rantai pemikiran KH Ahmad Dahlan dengan tetap memperkaya kajian teologis dari tafsir klasik maupun modern.

“KH Ahmad Dahlan telah mengingatkan bahwa tantangan Muhammadiyah di masa depan akan jauh lebih berat dibandingkan hari ini. Oleh karena itu, pemimpin Muhammadiyah perlu memahami dan meresapi spirit pembaruan yang beliau ajarkan, terutama di era perubahan zaman yang semakin kompleks ini,” ujar Prof. Haedar.

Pidato tersebut menjadi pengingat pentingnya kembali pada pondasi teologis dan nilai-nilai dasar yang diajarkan KH Ahmad Dahlan sebagai pijakan Muhammadiyah untuk terus relevan menghadapi tantangan zaman. Tanwir Muhammadiyah di Kupang ini menjadi salah satu momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat itu.

sumber tulisan: https://prmcandirejo.blogspot.com/2024/12/ketua-umum-pp-muhammadiyah-inspirasi-kh.html

Read More
      edit

Rabu, 04 Desember 2024

Published Desember 04, 2024 by with 0 comment

Tokoh Katolik Kupang: Kami Menyambut dengan Gembira Kehadiran Muhammadiyah di Negeri Ini

 


Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Dr. Philipus Tule, memberikan sambutan penuh kehangatan kepada Muhammadiyah dalam rangka Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-112.

Dalam sambutannya, ia mengatasnamakan institusi dan umat yang dilayani untuk menyampaikan salam serta apresiasi terhadap peran besar Muhammadiyah di Indonesia.

“Mengatasnamai Unwira dan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus serta umat Katolik yang kami layani menyampaikan salam bagi Muhammadiyah yang menyelenggarakan Tanwir dan Milad Muhammadiyah yang ke-112,” ujarnya.

Sebagai tokoh Katolik yang memiliki hubungan erat dengan banyak sahabat Muslim dan mitra kerja di bidang keilmuan, Pater Tule mengapresiasi kontribusi besar Muhammadiyah yang telah konsisten memperjuangkan keadilan sosial.

Pater Tule menyebutkan, perjuangan Muhammadiyah sangat selaras dengan semangat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yang menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya alam demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai seorang tokoh Katolik, yang memiliki banyak sahabat kenalan muslimin dan muslimat, dan mitra kerja keilmuan, kami menyambut gembira kehadiran Muhammadiyah di negeri tercinta ini, yang telah mengabdi untuk umat dan bangsa sesuai dengan semangat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 yang senantiasa memperjuangkan kehadiran sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang senantiasa beramal agar bumi dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tuturnya.

Pater Tule juga mengaitkan semangat perjuangan tersebut dengan ajaran Al-Quran dalam Surat Saba ayat 15, yang menyebutkan bahwa “negerimu adalah negeri yang baik, dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Pengampun.”

“Perjuangan ini pun sesuai dengan amanat Al-Quran dalam Surat Saba ayat 15 yang mengatakan bahwa ‘Negerimu adalah negeri yang baik, dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Pengampun, atau baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.’ Oleh karena itu, kita semua patut syukuri kehadiran Muhammadiyah selama 112 tahun yang membina iman umat agar senantiasa mengelola dan memanfaatkan alam ini demi kesejahteraan semua umat secara adil dan merata baik di tingkat pusat maupun daerah dan lokalitas yang marjinal,” pungkasnya.

sumber berita : https://muhammadiyah.or.id/2024/12/tokoh-katolik-kupang-kami-menyambut-dengan-gembira-kehadiran-muhammadiyah-di-negeri-ini/

Read More
      edit
Published Desember 04, 2024 by with 0 comment

PBNU: Muhammadiyah Telah Menciptakan Kemakmuran untuk Bangsa


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengucapkan selamat atas terselenggaranya Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke -112 Muhammadiyah.

Pada Video ucapan yang diunggah pada Instagram resmi @nahdlatululama pada Rabu (4/12), Yahya menyebut bahwa jasa-jasa dan kontribusi Muhammadiyah sangat besar dalam menciptakan kemakmuran untuk bangsa.

“Indonesia berhutang banyak pada Muhammadiyah,  jasa-jasa Muhammadiyah yang telah sekian lama berhikmat untuk kemaslahatan bangsa dan negara, terkhusus Muhammadiyah terus berkembang menjadi lebih kuat dalam konsistensi hikmat,” jelas Yahya.

“Atas nama pengurus besar Nahdlatul Ulama, atas nama Jam’iyah Nahdlatul Ulama, saya ucapkan selamat milad ke -112 Muhammadiyah dan selamat melaksanakan Sidang Tanwir pada tanggal 4-6 Desember 2024. Semoga Muhammadiyah berhasil mewujudkan visi, melanjutkan kemakmuran bagi semua,”ujar Yahya

link : https://muhammadiyah.or.id/2024/12/pbnu-muhammadiyah-telah-menciptakan-kemakmuran-untuk-bangsa/

Read More
      edit

Minggu, 20 Oktober 2024

Published Oktober 20, 2024 by with 0 comment

Ayah, Pemberi Cinta Lewat Kata dan Telatah



Silviyana Anggraeni – Pegiat literasi

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan viral nya video adegan syur yang dilakukan oleh seorang oknum guru dan siswi nya di salah satu SMA gorontalo. Oknum guru tersebut berinisial DH berusia 57 tahun dan siswi nya berinisial P berusia 16 tahun. Video itu sendiri diambil secara diam-diam oleh seorang siswi lain tanpa sepengetahuan DH dan P, yang menurut pengakuan pengambil video, hal tersebut dilakukan dalam rangka memberi bukti kepada istri dari oknum guru DH. Menurut dari keterangan pemeran video syur tersebut, adegan itu dilakukan atas dasar suka sama suka alias tidak ada paksaan. Bahkan mereka mengaku sudah menjalin kasih sejak tahun 2022, dan sudah melakukan hubungan seksual sejak januari 2024.

Dalam keterangan pihak sekolah di berbagai media, skandal antara guru dan murid itu sudah lama terendus bahkan sudah dilakukan sidak secara tertutup hingga dua kali. Lantaran tidak kunjung ada pengakuan dari keduanya dan kurangnya bukti-bukti. Lalu munculah ide untuk mencari bukti dengan memasang kamera tersembunyi di tempat biasa DH dan P bertemu untuk memuaskan hasrat mereka. Dengan terpublikasi nya video tak senonoh itu maka dengan cepat kepolisian menetapkan oknum guru sebagai tersangka dan dikenakan pasal 81 ayat 3 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Kasus diatas tadi hanyalah satu dari banyaknya kasus serupa yang menimpa generasi muda kita. Seorang guru yang harusnya bisa menjadi sosok yang di gugu dan di tiru, justru menjadi penghancur masa depan anak didiknya. Oknum guru DH tadi memanfaatkan kondisi siswi nya P yang sudah yatim piatu demi nafsu syahwat nya. Berawal dari DH yang dianggap selalu memberi pengayoman, perhatian, bantuan, dan juga seringkali menyentuh area sensitif P. Meski awalnya P merasa risih tetapi lama-lama P menemukan kenyamanan kepada DH sampai akhirnya hubungan mereka jauh melampaui hubungan guru dan murid. Dilain sisi P yang seorang yatim piatu, memiliki ruang kosong dihatinya, ada perhatian yang tidak didapatkannya, membuatnya mudah terperangkap rayuan-rayuan dari oknum guru yang tidak bertanggung jawab.

Dengan apa yang dilakukan oleh tersangka DH tersebut artinya sebagai seorang guru DH tidak melakukan tujuh tugas utama guru, diantaranya; mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Justru sebaliknya, DH mengambil kesempatan dan keuntungan dari kondisi korban P. Yang mana P adalah seorang yatim piatu yang kemungkinan besar tidak mendapatkan figur orang tua khususnya sosok ayah atau menurut istilah fatherless. Fatherless adalah kurangnya kehadiran ayah dalam pertumbuhan anak, baik secara fisik maupun emosional. Menurut sebuah penelitian Indonesia adalah negara fatherless ketiga didunia. Yang mana fatherless country menurut psikolog dari Amerika Edward Elmer Smith adalah kondisi sebuah masyarakat suatu negara yang tidak merasakan keberadaan dan keterlibatan figur ayah dalam kehidupan sehari-hari anak.

Kurangnya figur ayah tersebut disinyalir menjadi faktor dari pada masalah perkembangan dan pertumbuhan anak, seperti kenakalan remaja, penyimpangan seksual, gangguan kejiwaan, merasa rendah diri, sulit bersosial, sulit menemukan problem solving dan masih banyak lagi. Begitu pentingnya figur ayah, bahkan dalam Al-Qur’an ada 14 percakapan antara ayah dengan anak, lebih banyak dibanding percakapan antara ibu dengan anak yang hanya 2. Beberapa diantaranya terdapat pada Qur’an Surah Luqman ayat 16-18 tentang keteladanan seorang Luqman dalam mendidik, menasihati dan membangun interaksi dengan anaknya. Juga terdapat dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 233 tentang tanggung jawab ayah sebagai tulang punggung keluarga yakni pencari nafkah dan pendidik keluarga.

Mengapa figur ayah sangat dibutuhkan oleh anak. Karena sifat dan karakteristik ayah atau laki-laki yang cenderung mengunakan logika penting untuk dapat diwariskan pada anak-anaknya khususnya anak perempuan yang dominan pada insting dan perasaan. Dengan terpenuhinya figur ayah, anak tentu akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan tidak mudah dimanfaatkan oleh orang disekelilingnya, seperti oleh oknum guru DH tadi. Selain itu terpenuhinya cinta kasih dari figur ayah, membuat anak tidak haus akan cinta kasih palsu diluar sana.

Dengan kata dan telatah yang cukup dari figur ayah,dapat melindungi anak-anak kita dari berbagai macam kenakalan dan problematika anak pada umumnya. Maka dari itu sangat penting bagi seorang ayah agar mampu meluangkan waktu dan perhatiannya untuk turut serta dalam pengasuhan anak. Penuhi gelas cinta kasih anak, jangan malu untuk mengekspresikan rasa cinta pada anak, karena orang tua yang menyayangi anak akan disayangi pula oleh anaknya. Begitu juga Allah akan menyayangi mereka yang menyayangi sesamanya. Seperti dalam sebuah hadist riwayat Al-Bukhari “Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.”

Sumber link : https://pwmu.co/381820/10/05/ayah-pemberi-cinta-lewat-kata-dan-telatah-2/

Read More
      edit