Rabu, 27 Mei 2026

Published Mei 27, 2026 by with 0 comment

Meneladani Nabi Ibrahim

 

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3).

Setelah seharian kemarin kita disunahkan untuk berpuasa sehari bertepatan dengan hari arofah, hari ini saatnya memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt. Puasa arofah bukan saja melaksanakan sunah Rasulullah saw, bukan pula bersimpati kepada rekan kita yang pada hari ini berkesempatan melaksanakan ibadah Haji, puasa arofah adalah simbol ketaatan kita mengikuti perintah para nabi.

Nabi Ibrahim as. Adalah pilihan Allah. Ada empat sebutan yang ditujukan beliau. Abul Anbiya’ artinya Bapak para nabi, karena garis keturunan beliau, semua menjadi nabi. Dari putranya, Nabi Ishaq as, lahir keturunan Bani Israil seperti Nabi Yaqub, Yusuf, Musa, Dawud, Sulaiman, hingga Isa as. Dari Nabi Ismail as, lahir nabi sekaligus rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Beliau juga dijuluki Khalilullah yang artinya “kekasih Allah”. Gelar ini diberikan karena cinta, ketaatan, dan ketundukan Nabi Ibrahim yang luar biasa mutlak hanya kepada Allah SWT. Hanifan Muslimin yang berarti “Seorang yang lurus lagi berserah diri” sebutan lainnya.

Perayaan hari raya Qurban tak lepas dari peran Nabi Ibrahim as. Bahkan, sebelum diangkat menjadi nabipun, Ibrahim kecil telah diberi tugas oleh Allah untuk berhadapan dengan Raja Namrud. Ibrahim adalah putra dari Azar seorang pemahat patung kesukaan Raja Namrud. Setelah Ibrahim lahir, dan ternyata seorang laki-laki, maka Azar membuang Ibrahim yang masih bayi ke sungai. Hal ini dilakukan agar tidak terkena aturan Raja, yang mengatakan bahwa, siapapun bayi yang lahir laki-laki, maka harus dibunuh.

Ketegaran Nabi Ibrahim as dalam menghadapi cobaan yang melahirkan ritual-ritual keagamaan hingga kini. Setelah menggu begitu lama, hingga tua, tak kunjung juga diberi momongan. Setelah mendapatkan momongan dan tumbuh sebagai anak kecil, dimana orang tua baru senang-senangnya bermain, Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih Ismail. Betapa terpukulnya perasaanya. Namun, karena ini adalah perintah yang harus dilakukan. Ismail sendiripun yang juga digadang menjadi nabi, pasrah mendengar titah ayahnya.

Nabi Ibrahim as mendapat gelar Ulul 'Azmi (rasul yang memiliki ketabahan dan tekad yang luar biasa). Kehidupan beliau adalah samudra keteladanan yang tidak pernah kering untuk digali. Nabi Ibrahim tidak menerima begitu saja tradisi menyembah berhala yang dilakukan oleh ayah dan kaumnya. Beliau menggunakan akal sehat dan mengobservasi alam semesta (bintang, bulan, dan matahari) untuk mencari Tuhan yang sesungguhnya.

Nabi Ibrahim berani berdakwah menentang arus, bahkan berhadapan langsung dengan penguasa zalim. Namun, saat mendebat ayahnya, beliau tetap menggunakan tutur kata yang sangat lembut dan penuh hormat, memanggil dengan sebutan "Wahai ayahku.

Nabi Ibrahim tidak egois. Setiap kali berdoa, beliau hampir tidak pernah melupakan keturunannya. Beliau memohon agar anak cucunya menjadi orang yang mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala, dan dijadikan sebagai umat yang berserah diri.


Read More
      edit

Senin, 04 Mei 2026

Published Mei 04, 2026 by with 0 comment

Muktamar

Dalam sebuah organisasi, tentu banyak gagasan bermunculan, baik secara lisan maupun tertulis. Muktamar adalah sebuah pertemuan atau konferensi besar yang diadakan oleh suatu organisasi atau kelompok untuk membahas isu-isu penting, berbagi pengetahuan, memperkuat jaringan, dan mengambil keputusan penting. Biasanya, muktamar dihadiri oleh anggota atau delegasi dari organisasi tersebut, dan juga dapat melibatkan pembicara tamu, ahli industri, atau pemangku kepentingan lainnya.

Muktamar dapat diadakan oleh berbagai jenis organisasi, seperti lembaga pemerintah, badan amal, asosiasi profesi, atau perusahaan. Acara ini biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu, tergantung pada kompleksitas dan skala topik yang dibahas.

Masa awal Muktamar di Muhammadiyah semula adalah tahunan (1912 – 1923). Pada masa awal berdirinya di bawah kepemimpinan KH. Ahmad Dahlan, forum tertinggi ini belum memiliki nama khusus yang formal dan sistematis seperti sekarang. Pertemuan dilakukan setiap tahun di Yogyakarta untuk membahas perkembangan organisasi.

Periode kedua (1924 – 1940), dibawah kepemimpinan KH Ibrahim, Muhammadiyah mulai menggunakan istilah "Kongres". Istilah ini diserap dari bahasa Inggris (Congress) yang saat itu sangat populer di kalangan organisasi pergerakan nasional untuk menunjukkan semangat modernitas dan kemajuan.

Tahun 1944 – 1946 adalah “Masa Darurat”, akibat situasi Perang Dunia II dan Revolusi Fisik (perang kemerdekaan). Muhammadiyah tidak bisa menyelenggarakan pertemuan besar secara normal. Sebagai gantinya, diadakan pertemuan terbatas yang disebut Congress Dharurot (Kongres Darurat).

Perubahan menjadi Muktamar dimulai tahun 1950. Setelah Indonesia berdaulat sepenuhnya, Muhammadiyah menyelenggarakan forum tertinggi ke-31 pada tahun 1950 di Yogyakarta. Pada momen inilah nama "Kongres" resmi diganti menjadi "Muktamar".

Muktamar merupakan agenda tertinggi dalam organisasi Muhammadiyah. Ibarat sebuah negara, Muktamar adalah "sidang paripurna" di mana arah masa depan organisasi ditentukan. Adapun tujuan dari muktamar adalah:

Forum Tertinggi. Muhammadiyah adalah organisasi yang dikelola secara demokratis dan kolektif-kolegial. Muktamar menjadi wadah bagi seluruh perwakilan wilayah dan daerah di Indonesia (bahkan cabang istimewa di luar negeri) untuk menggunakan hak suaranya. Di sinilah legitimasi kepemimpinan dibangun.

Regenerasi. Salah satu agenda paling krusial adalah pemilihan Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode berikutnya. Muhammadiyah dikenal memiliki sistem pemilihan yang unik. Peserta memilih 13 nama dari sekian banyak calon. 13 orang terpilih tersebut kemudian bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Laporan Pertanggungjawaban dan Evaluasi. Muktamar menjadi ajang bagi pimpinan periode berjalan untuk melaporkan apa saja yang sudah dicapai, kendala yang dihadapi, dan bagaimana pengelolaan keuangan serta aset organisasi (seperti sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan) selama 5 tahun terakhir.

Program Kerja. Dunia terus berubah, dan Muhammadiyah perlu menyesuaikan langkahnya. Dalam Muktamar, disusun Program Kerja dan Pernyataan Pikiran Muhammadiyah untuk menghadapi isu-isu kontemporer, baik di level nasional maupun global (seperti perubahan iklim, ekonomi digital, hingga politik).

Silaturahmi dan Syiar. Selain urusan formal administrasi, Muktamar adalah ajang konsolidasi akbar. Ribuan hingga jutaan penggembira biasanya hadir untuk merayakan semangat pembaruan. Ini berfungsi untuk memperkuat ikatan batin antarkader (ukhwah) agar tetap solid dalam menjalankan misi dakwah.

Read More
      edit

Sabtu, 02 Mei 2026

Published Mei 02, 2026 by with 0 comment

Aktualisasi Diri

 

oleh : DR. HM. Khoiruddin Bashori

Aktualisasi diri adalah sebuah konsep psikologi yang merujuk pada keinginan seseorang untuk mengembangkan seluruh potensi, bakat, dan kemampuan yang dimilikinya hingga mencapai titik maksimal. Secara sederhana, ini adalah proses menjadi "versi terbaik dari diri sendiri."Maslow menjelaskan, manusia memiliki lima tingkat kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisiologis (makan, minum, tidur), keamanan, sosial, penghargaan, hingga aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah perasaan terpenuhi ketika mereka mampu mengembangkan potensi diri sepenuhnya dan menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Menurut Maslow, kebahagiaan sejati tidak datang dari kepemilikan materi (koleksi barang), tetapi dari pencapaian potensi diri. Koleksi materi mungkin memenuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan penghargaan, tetapi tidak memberikan kepuasan jangka panjang seperti yang diberikan oleh aktualisasi diri.

Setiap individu memiliki dorongan bawaan untuk mencapai aktualisasi diri, yaitu keinginan untuk menjadi diri sendiri sepenuhnya dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kebahagiaan sejati datang ketika seseorang hidup selaras dengan "diri sejati" (true self) dan tidak terhambat oleh tekanan sosial atau harapan orang lain.

Eudaimonia, konsep yang berasal dari filsafat Aristoteles menjelaskan, kebahagiaan berasal dari hidup yang bermakna dan mengembangkan potensi diri. Aktualisasi potensi diri adalah bentuk eudaimonia, di mana kebahagiaan tidak bergantung pada kepemilikan materi, tetapi pada pencapaian tujuan yang bermakna dan pengembangan diri.

Kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh banyaknya koleksi yang dimiliki, tetapi oleh sejauh mana seseorang dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. Aktualisasi diri dan eudaimonia adalah konsep-konsep kunci yang menjelaskan mengapa dengan fokus pada aktualisasi diri, seseorang dapat mencapai kebahagiaan yang lebih autentik dan tahan lama.

Ciri-Ciri Orang yang Mencapai Aktualisasi Diri

  • Penerimaan Diri: Mereka menerima kekurangan diri sendiri, orang lain, dan kodrat alam tanpa rasa mengeluh yang berlebihan.
  • Spontanitas: Bertindak secara alami dan jujur pada perasaan sendiri, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan sosial.
  • Fokus pada Masalah: Lebih peduli pada pemecahan masalah di luar diri mereka (misi hidup) daripada sekadar ego pribadi.
  • Kemandirian (Otonomi): Tidak terlalu bergantung pada pujian atau opini orang lain untuk merasa bahagia.
  • Apresiasi yang Terus Menerus: Mampu melihat keindahan dalam hal-hal sederhana di kehidupan sehari-hari (seperti matahari terbenam atau bunga yang mekar) berulang kali dengan rasa syukur.


Read More
      edit