Minggu, 12 April 2026

Published April 12, 2026 by with 0 comment

Pengajian Triwulan

 

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Candirejo, pada hari Ahad, 12 April 2026 berkesempatan menyelanggarakan kegiatan rutin, berupa pengajian triwulan. Berlangsung di Masjid Ash Shodiqul Wa’di, Kalongan, Candirejo Ngawen, Klaten. Aktivitas ini menyuburkan pengajian rutin yang telah berlangsung beberapa tahun yang lalu.

Sebagai tuan, Bapak H. Mudzakir mengucapkan terima kasih atas kehadiran jama’ah sekaligus memohon maaf apabila dalam menerima tamu kurang berkenan. Sekaligus melaporkan bahwa masjid-masjid di lingkungan Candirejo, dibawah asuhan PRM terus aktif menyelenggarakan pengajian atau kajian. Karena hidupnya Muhammadiyah dari pengajian yang dilaksanakan secara terus-menerus.

Sementara itu, Bapak Agung Widodo, S.Pd, M.Pd juga memohon ijinkan teman-teman, karena beberapa Pimpinan belum dapat begabung, karena berbarengan dengan acara lain. Baik Pimpinan maupun Warga Muhammadiyah, meski ada perbedaan tetap kompak sebagai ujud ukhuwah Islamiyah.

Bapak H. Rusmanto, MP., sebagai nara sumber menekankan pentingnya penanaman karakter sejak dini. Karena karakter sebagai pondasi kehidupan anak seperti: kejujuan, kedisiplinan, empati dan hormat kepada orang lain. Hal ini sejalan dengan prinsip dakwah, yaitu “permudahkanlah, jangan dipersulit”.

Apalagi bila penanaman karakter tersebut diimplementasikan dalam surat al fatihah, akan semakin jelas anak membedakan mana yang benar dan salah, memiliki sikap sopan dan beretika, dan mampu mengontrol emosi dan perilaku.

Menanamkan karakter Al-Fatihah sejak dini berarti membantu anak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai utama yang terkandung dalam Surah Al-Fatihah, bukan sekadar menghafalnya, tapi mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Al-Fatihah Penting untuk Pendidikan Karakter Anak? Karena Al-Fatihah merupakan Ummul Kitab (induk Al-Qur’an), yang di dalamnya terdapat fondasi akidah, ibadah, dan akhlak. Jika ditanamkan sejak dini, anak akan tumbuh dengan: kesadaran bertuhan, sikap syukur, rendah hati, disiplin beribadah, dan perilaku yang lurus.

Ciri utama bahwa dakwah berhasil, yaitu bila semua ajarannya diamalkan. Indikator lainnya diantaranya: lebih memahami ajaran Islam dengan benar, Tidak mudah terpengaruh paham yang keliru. Perubahan pemahaman ini akan menimbulkan perubahan sikap dan perilaku nyata.



      edit

0 komentar:

Posting Komentar