Prof. Syafi'i
Ma'arif menulis
"Tidak diragukan lagi, bahwa
Muhammadiyah telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam kerja
mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Amalannya di bidang sosial dan kemanusiaan
sudah semakin membengkak. Tapi mampukah Muhammadiyah membingkai masa depan
dengan bingkai Islam?”
Jawabannya akan
banyak tergantung pada kualitas yang dimiliki gerakan ini. Untuk tujuan ini
kita berpendapat bahwa Muhammadiyah harus tampil sebagai gerakan lmu di samping
gerakan sosial dan amal kemanusiaan. Klaimnya sebagai gerakan Islam dan dakwah
amar makruf nahi munkar, barulah akan punya makna strategis manakala ditopang
oleh kemampuan yang tinggi di bidang ilmu. Tanpa itu, hanya mukjizat sajalah
yang akan membawa Muhammadiyah kepada capaian tujuannya.
Sepanjang
sejarah, Muhammadiyah lebih mengesankan gerakan amal kemanusiaan tinimbang
gerakan ilmu, sekalipun kiprahnya di bidang pendidikan luar biasa hebatnya.
Kalimat pertama ini telah mengandung sebuah paradoks. Mengapa? Karena
dikatakan bahwa kiprah yang begitu hebat di bidang pendidikan belum tentu
selalu merupakan indikator dari sebuah gerakan ilmu yang bernilai strategis
secara intelektual.
Gerakan ilmu
dengan landasan iman menurut yang saya pahami dari al Qur’an pastilah akan
mampu membingkai masa depan peradaban yang ramah dan kreatif. Pusat-pusat
pendidikan Muhammadiyah yang ada sekarang ini tampaknya masih memerlukan
pembenahan-pembenahan yang mendasar, terutama yang menyangkut masalah orientasi
keislaman dan kemanusiaan di dalamnya.
Produk-produk perumusan
Islam formal yang diajarkan pada pusat-pusat pendidikan itu memang mengandung
gagasan-gagasan besar, tapi ditampilkan dalam kemiskinan nuansa dan dalam
kualitas Bahasa yang masih perlu perbaikan.

0 komentar:
Posting Komentar