Bertempat di Lapangan Candirejo, pelaksanaan sholat ‘Iedul Fitri 1447 H berlangsung dengan hikmad dan lancar. Pimpinan Ranting Muhammadiyah Candirejo mengucapkan terima kasih kepada Bapak Imam dan Khotib, Ustadz Ahmad Alexander, S.Pd. dari Ma’had An Najm Sorobayan, Pedan, Klaten. Demikian pula unacapan terima kasih tertuju kepada Jamaah, segenap panitia dan semua warga Candirejo yang telah mendukung acara ini.
Dalam
khotbahnya, ustadz menjelaskan bahwa:
Pertama,
mengingatkan
kepada hadirin jamah sholat ‘Ied untuk senantiasa bersyukur setelah sebulan
penuh, berhasil melalui berbagai macam ujian hawa nafsu dalam bulan Ramadhan. Menyalakan kepada jamaah untuk selalu
meningkatkan iman dan taqwa dengan sebenar-benarnya. Yaitu dengan melaksanakan
semua perintah dan meninggalkan larangannya. Selalu mengucapkan shalawat dan
salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kelak mendapat
syafaatnya.
Kedua,
menyitir
pendapat dari Ibnu Hajar
al-Haitami yang merupakan salah satu ulama
besar mazhab Syafi‘i. Mendapat gelar: Syaikh al-Islam. Lahir:
Tahun 909 H (±1503 M) di Mesir dan Wafat Tahun 974 H (±1567 M) di Makkah Bidang
keilmuan: Fikih, hadis, ushul fikih, akidah, tasawuf.
Ibnu Hajar al-Haitami memandang puasa sebagai
ibadah agung yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga latihan pengendalian
diri, penyucian jiwa, dan pembentukan akhlak. Berpuasa juga tidak hanya pada
bulan Ramadhan saja, tetapi di hari-hari lainpun seyogyanya berpuasa. Karena
pada intinya, berpuasa adalah “menahan diri”.
Puasa yang sah secara fikih belum tentu
sempurna pahalanya. Puasa harus lepas dari rasa: Ghibah, dusta, adu domba dan melihat
yang haram. Beliau juga berpendapat bahwa “sejelek-jelek manusia adalah
mengenal Allah hanya dalam bulan Ramadhan saja”.
Perbandingan pendekatan karakter orang berpuasa menurut Imam al Ghazali, Imam an Nawawi dan Ibnu Hajar al Haitami.
|
Ulama |
Sumber Utama |
Karakter Pendekatan |
|
Imam al‑Ghazali |
Iḥyā’ ‘Ulūm ad‑Dīn |
Tasawuf & tazkiyatun nafs |
|
Imam an‑Nawawi |
Syarḥ Shahih Muslim, Al‑Majmū‘ |
Hadis & fikih-akhlak |
|
Ibnu Hajar al‑Haitami |
Az‑Zawājir, Tuḥfat al‑Muḥtāj |
Fikih Syafi‘i + akhlak |
Ketiga, Harapan orang berupuasa
1. Berdoa kepada Allah agar, hatinya tetap teguh
2. Beribadah yang continue
3. Hari raya hanya diperuntukkan kepada orang-orang
yang beriman






